Senin, 04 Juni 2018

REVIEW: NAURA & GENK JUARA (2017)

Yoo gaessss..

Gimana puasanya?? Udah bolong berapa salatnya? Saya sudah Iqra 3. Yey!

Nah, di sela-sela kesibukan beribadah di Bulan Ramadhan (iyaa..ini riya' banget), saya menyempatkan diri untuk menonton satu film yang konon dibintangi oleh idola kidz zaman now. Naura dan Genk Juara. Penasaran aja gak pake banget karena hampir mirip dengan film anak penomenal sejagat raya Indonesia. Petualangan Sherina. Sama-sama ngejual nama artis dalam judul filmnya.

"Maaf yaa Joshua oh Joshua.."



Sebenarnya, pasca Petualangan Sherina, ada beberapa film anak lain yang bermunculan di layar lebar dan tancap di seluruh Indonesia seperti Joshua oh Joshua atau Garuda di Dadaku. Sayangnya sampai dengan tulisan ini ditulis dalam bentuk tulisan, belum ada yang bisa mengalahkan hype-nya Petualangan Sherina. 

Naura dan Genk Juara adalah film yang dibintangi oleh, gosipnya, artis cilik zaman now yang punya basis penggemar yang cukup besar di Indonesia. Namanya Naura. Ini anak, konon, terkenal banget di dunia instagram. Generasi sekarang sih menyebutnya selebgram. Saya sih jujur gak begitu kenal doi mengingat akun instagram yang saya follow cuma tiga. Akun instagram dek istri, lambe turah, sama receh.id. 

Yah.. Instagram saya buat hanya untuk hiburan dan menambah wawasan. Sudah tau kan wawasan cem apa yang bertambah???



Hype-nya film Naura di dunia instagram ini tergolong mirip-mirip sama dulu zaman Petualangan Sherina. Rame bener. Berdasar kenyataan tersebut, jadi kepo-lah awak. Senyampang ada siki' waktu luang, kenapa gak nonton aja?? 

Nah, karena film ini sudah tidak tayang di layar lebar, jadilah saya nontonnya di layar tancep.

Film Naura dan Genk Juara dimulai dengan cerita tentang tiga orang siswa sekolah dasar (SD Angkasa kalo nggak salah) yang bernama Naura, Okky, dan Bimo. Tiga orang ini diceritakan pandai sekali di dunia sains. Naura membuat GPS pelacak binatang, Okky dengan roket airnya, dan Bimo dengan UAV-nya. 

Singkat cerita mereka bertiga inilah yang  terpilih untuk melaksanakan perjalanan dinas ke Sukabumi untuk mewakili sekolahnya dalam sebuah kompetisi sains regional yang diadakan oleh Kemah Kreatif. Yang jadi ketua kelompoknya siapa hayo?? Yup bener..siapa lagi kalo bukan Naura. 


Naura ini diceritakan tajir mampus. Punya rumah segede rumah yang gede. Mobilnya juga Alphard. Sepeda yang digunakan untuk pulang pergi pun juga sepeda mahal yang sepertinya gak bakalan ada kejadian lepas rantainya atau setir bengkok. 

"Malah gibah-in Naura.."

Nah, acara kompetisi sains sendiri diselenggarakan di Situ Gunung sekitar Gunung Gede Pangrango yang ceritanya masih alami dan ada harimaunya.  Semua siswa yang menjadi perwakilan sekolah akan tumplek blek di situ. Anehnya gak ada satu pun orang tua atau pendamping dari masing-masing sekolah yang ikut dalam acara ini. Bahkan sekedar njenguk sebentar pun ndak. Ceritanya semua dipercayakan ke pihak Kemah Kreatif sebagai pengelola kompetisi sainsnya. Ini mulai terdengar agak serem yah kalo di dunia nyata.



Selama di sana, tiga orang ini pun berkenalan dengan Kipli, seorang ranger cilik yang ditugaskan merawat hewan-hewan yang dirawat oleh pengelola Kemah Kreatif tersebut. Jadilah mereka bersahabat. Di waktu yang bersamaan, ada tiga pria jahat yang membentuk grup Trio Licik yang berusaha untuk mencuri satwa-satwa yang ada di hutan tersebut. Nah, Naura, Okky, Bimo, dan Kipli yang mengetahui hal ini berusaha menghentikan aksi Trio Licik. Lalu kemudian ceritanya akan berputar-putar di aksi Naura dan Genk Juaranya serta serombongan bocah cilik perwakilan sekolah lainnya melawan aksi Trio Licik. Apakah mereka berhasil?? Ya pastilah.. Namanya juga film anak-anak.

Sekarang kita review yah filmnya.

Film ini sebenarnya mirip banget dengan film Petualangan Sherina. Film musikal yang villain-nya merupakan sekumpulan penculik yang rada bego. Sayangnya alur cerita dari awal sampai pertengahan film berlangsung cukup cepat. Seolah-olah mengajak penonton untuk segera berangkat ke Situ Gunung dan segera melawan Trio Licik. Tidak ada konflik tambahan berarti kecuali tidak terimanya Bimo saat Naura ditunjuk sebagai ketua kelompok. Ketidakterimaan ini memuat Bimo selalu suudzon sama Naura. Sayangnya Bimo membangun konfliknya dengan Naura ala-ala sinetron Indonesia. Lebay. Itupun terlihat tidak konsisten ketika Bimo ujug-ujug, dengan sadar dan ceria serta bersemangat, ikutan nari bareng Naura. 

Positive thinking ajaa..Bimo mungkin ingin terus inframe. 


Siswa-siswa perwakilan dari sekolah lainnya juga ujug-ujug dengan sukarela menjadi Batavia Dancer-nya si Naura pas lagi nyanyi. Padahal mereka baru kenal lho.. Ini sih benernya fine-fine aja tapi agak janggal aja... 


Selebihnya ya cerita berkutat ke aksi Naura dan genknya melawan Trio Licik.

Pengenalan karakter di film ini sangat kurang. Bahkan untuk Naura sekalipun. Penonton hanya diinfokan sedikit latar belakang dari masing-masing karakternya. Mungkin karena ada kesan buru-buru itu kali yaa. Akibatnya cukup fatal sih. Atensi penonton terhadap karakternya pun juga kurang. Jadi semacam gak memorable-lah. Kecuali Naura sih. Ya gimana lagi mengingat film ini, sepertinya, sangat mengandalkan aura kebintangan doi. 

Sosok penjahatnya juga kurang greget dan serba tanggung. Jahatnya nanggung, lucunya juga nanggung. Peran Ranger yang menjadi penjaga Kemah Kreatif ini juga tidak signifikan dan lebih sebagai pelengkap saja. Ranger yang saya ingat pun hanya dua, ranger cantik namun polos dan nyundaan. Satu lagi ranger yang tampangnya kayak Yayan Ruhiyan. Ya ingetnya karena itu aja. Yang kayak Yayan Ruhiyan pun tidak dieksplor lebih dalam padahal sebenarnya bisa digunakan sebagai side actor yang dapat memperkuat cerita. Bisalah dibuat kayak karakter Pak Kardiman di film AADC atau karakter guru dan penjaga kebun yang ada di film Petualangan Sherina. Karakter rangernya juga rada aneh. Terlihat muda, pintar, dan berwawasan namun ternyata begitu mudahnya dibegoin sama pimpinan ranger yang jahat. 


Ranger Cantik Nyundaan dan Pimpinan Ranger (yang jahat)


kamu yang membuat aku bertahan neng


Trio Licik

Adegan pertempuran antara gerombolan anak kecil melawan Trio Licik bersenjata ini pun terkesan maksa. Pesan yang dibawakan sih bagus. Sains mampu digunakan untuk mengalahkan kejahatan. Filmnya home alone cinematic universe mampu men-deliver-ini dengan baik. Sayangnya tidak dengan film ini. Trio licik langsung kalah begitu saja dengan balon warna dan roket dari botol air. Bahkan melihat anak-anak di tengah jalan aja, mereka udah mundur duluan. Sebagai penjahat yang diceritakan kejam di awal, mereka bisa dibilang gagal. 

Positifnya, lagu-lagu yang dibawakan dalam film ini easy listening banget. Enaklah didengarkan dan mungkin beberapa dari penonton tanpa sadar menyenandungkan lagunya ketika filmnya udah kelar. Pas nyetir atau nongkrong di wc. Pengambilan gambarnya juga oke. Animasi juga tidak berlebihan. 

Jadi gimana bar?

Yah, saya sendiri gak terlalu nyaman untuk nonton film ini kecuali untuk dua hal. Aspek musikalitasnya dan mbak ranger cantik asli sunda. Baru ngeh juga kalo ternyata mbak ranger sunda ini jadi pesinden di Opera Van Java. 



Karena film anak-anak di Indonesia masih tergolong sedikit, mau nggak mau saya akhirnya membandingkan dengan legenda film anak di Indonesia. Petualangan Sherina. Dan yah..film ini masih cukup jauh apabila dibandingkan dengan Petualangan Sherina. Meski film zaman dulu banget, tapi karakter dari masing-masing peran di Petualangan Sherina cukup kuat. Bahkan saya masih ingat sosok anak yang tinggi dan berkaca mata yang dikerjain Saddam untuk naik di lemari pas Sherina akan dikenalkan bu guru ke teman-teman sekelasnya yang baru. 



adek kacamata

Sedangkan untuk film Nauran dan Genk Juara, saya bahkan tidak hafal yang mana Okky dan Bimo. Padahal mereka karakter utama lho.




Yah kembali lagi, film ini dibuat untuk para penggemar Naura dan orang tua penggemar Naura tersebut. Sayangnya film ini mungkin hanya dapat dinikmati oleh penggemar Naura saja dan mungkin oleh sebagian kecil orang tua penggemar Naura. 

Mungkin lho yaa.. 


Bagi yang gak terlalu ngeh Naura seperti saya, ya mungkin cuma dua hal yang bisa dinikmati. Lagunya yang easy listening dan mbak ranger cantik asli sunda. Udah itu aja.

Nilai untuk film ini: 6/10

Sabtu, 19 Mei 2018

REVIEW: AVENGERS: INFINITY WAR (2018)

Haaii gaeesss..

Gimana puasanya?? Sudah merasa lapar dan dahagakah?? Sudah iqro berapa??

Oke. Sesuai dengan amanah tulisan saya sebelumnya, tulisan ini akan membahas tentang review film Avengers: Infinity War.



Sebelum masuk lebih dalam, bagi yang belum nonton, sangat disarankan untuk tidak melanjutkan membaca tulisan ini karena tulisan ini akan memuat banyak sekali spoiler dari film seperti ternyata Bucky, Groot, Maximoff, Black Panther, Spiderman, Dr. Strange, Quill, Drax akan berubah jadi debu dan hilang tertiup angin begitu saja di sesi pamungkas film ini. Pun demikian juga dengan nasib Bosnya Avengers Yth. Bapak Nick Fury yang idem ditto dengan avenger lain. Ikutan jadi debu dan terhempas angin begitu saja meski sebelumnya sempat texting pake pager ke gosipnya sih si bohay nan sakti Captain Marvel.


Bukan pager yang kayak di atas yaa..tapi pager yang gini...


*anak zaman now mana paham teknologi ginian..*

Jadi sekali lagi tulisan ini sangat mengandung SPOILER level tinggi yah..

*Lah itu sudah spoiler.."

Eniwei, Avengers: Infinity War ini menceritakan tentang perjuangan Thanos, sang supervillain yang punya niat yang sangat baik nan mulia sekali yaitu untuk menyeimbangkan alam semesta yang dirasa bakal hancur akibat ketidakseimbangan kehidupan di alam semesta. Caranya yaitu dengan menghilangkan separuh kehidupan yang ada di dalamnya. 

*Sungguh solusi yang sangat smart sekali*

Dikumpulkanlah tujuh bola naga dengan bantuan Dragon Radar dengan ditemani Bulma, Yamcha, dan Krilin. 

Nggak dink. 

Dikumpulkanlah 6 batu ajaib


bukan batu ajaibnya Ponari,



tapi batu akik ini.

Namanya Infinity Stones. Gosipnya konon enam batu ini merupakan asal usul terciptanya alam semesta. Enam batu ini terdiri atas Space Stone, Mind Stone, Power Stone, Time Stone, Soul Stone, dan Reality Stone. Infinity Stones ini dikumpulkan dengan cara dijadikan batu akik sama si Thanos trus dipasang di tangan sebelah kirinya. Bedanya sama Indonesia, kalo di Indonesia media taruh batu akiknya adalah cincin. Tapi kalo di film ini, batu akik pancawarnanya ditaruh di sarung tangan segede gaban. Namanya Infinity Gauntlet (lihat gambar atas). Dengan enam batu ini, Thanos mampu memusnahkan separuh kehidupan alam semesta dengan hanya joget caesar menjetikkan tangan kirinya saja.  Setelah setengah kehidupan musnah, dia akan pensiun dan menghabiskan hidupnya mengurus kebun di pedesaan. Hidup layaknya papanya Saddam di film Petualangan Sherina yang terus berjuang serangan Kertarejasa yang ingin membeli kebunnya. 




Doi akan balik lagi kalo merasa alam semesta gak seimbang lagi. 

*Thanos emang suka main perasaan..*

Mengetahui hal tersebut, seluruh avengers yang sudah muncul dari mulai Film Iron Man, Captain America, Guardian of The Galaxy dan tentu saja film Avengers itu sendiri minus Hawkeye dan Ant Man mencoba menghentikan upaya Thanos untuk melenyapkan setengah kehidupan alam semesta. Mampukah mereka??? 

*backsong sinetron Tersanjung*

Udah. Gitu doank ceritanya.

Lalu gimana filmnya?? Oke. Film dimana para pahlawan dari film yang beda-beda terus berkumpul dan bekerja sama mengalahkan musuh itu selalu punya keseruan tersendiri. Namun dalam konteks film, Avengers bukan film pertama yang mempertemukan banyak superhero dalam satu scene. Ini yang membuat jenis film kayak Avengers ini bukan sesuatu yang baru di dunia film. Power Ranger juga selalu pernah melakukannya. Film Power Ranger Wild Force pernah mempertemukan seluruh Ranger Merah yang pernah ada



atau di film Power Ranger Super Mega Force yang mempertemukan seluruh Power Ranger yang pernah ada.



Iya..seluruhnya. 

Filmnya udah mirip tawuran anak SMA dengan kostum warna-warni. Udah kayak Colour Run


Selain Power Ranger, Satria Baja Hitam atau Kamen Rider juga pernah mempertemukan hampir seluruh Kamen Rider yang ada. Kalo tidak salah nama filmnya Super Hero Taisen GP: Kamen Rider 3

Yang menjadikan film Avengers: Infinity War istimewa adalah jalan ceritanya yang bahkan bisa menyambungkan film-film Marvel Cinematic Universe yang sudah ada. Berbeda dengan Kamen Rider dan Power Ranger, Marvel sepertinya sudah menyiapkan film ini bahkan ketika film Iron Man (film avenger pertama Marvel) dibuat. Film Avengers: Infinity War ini udah kayak Infinity Stones. Kekuatan dari masing-masing karakternya tidak sama sekali berkurang meski harus berbagi scene dengan karakter lain. Alur ceritanya pun masih nyambung dengan cerita-cerita terdahulu. Tentu ini langkah jenius dan membuat Batman, Superman, dan Wonder Womannya DC akan menjadi semakin di belakang (Tapi tetep suka Batman versinya Christopher Nolan sih). Denger-denger sih Marvel sudah menyiapkan 20 film superhero Marvel lagi yang ceritanya saling berkaitan.

So.. dengan kekuatan masing-masing karakter yang tetap kuat namun tetap harmonis, ditambah alur cerita yang nyambung dengan film-film Marvel sebelumnya plus adegan perangnya yang ciamik abis,. menjadikan film ini mampu membius penonton untuk berani nahan pipis bahkan sampai credit title-nya kelar. 

Nilai untuk film ini : 9/10. Jadi hukumnya wajib untuk nonton film ini.

eh..eh..

Selain filmnya yang keren banget, ada sisi lain dari Avengers yang gak kalah keren. Pas premiere film Avengers: Infinity War, ternyata Acer, which is merek IT yang terkenal dengan performa laptop premiumnya yang ciamik, juga meluncurkan produk terbarunya juga lho. Hasil kolaborasi dengan Marvel, Acer Indonesia merilis tiga laptop Acer edisi Avengers yang merepresentasikan tiga tokoh utama dalam film Avengers: Infinity War yaitu Thanos, Iron Man, dan Captain America. Nama produk adalah Nitro 5 Thanos Edition, Swift 3 Iron Man Edition, dan Aspire 6 Captain America Edition. Produk ini special edition and of course limited edition too...  

Tentu kolaborasi dua merek ternama ini tidak berhenti dengan hanya menggabungkan nama saja tapi juga kerja sama dalam memberikan kualitas produk yang setara dengan karakter yang disematkan. Jadilah masing-masing laptop tersebut juga merepresentasikan kekuatan dari tiga karakter Marvel tersebut. Kita bahas satu per satu yah.



  • Nitro 5 Thanos Editions


Gini deh.. Saya kasih tahu dulu spek laptop ini yah. CPU-nya sudah Intel Core i5-7300HQ. Sistem operasinya sudah menggunakan Windows 10 Home. Layarnya 15,6" dan udah Full HD IPS. Belum lagi Memory dengan kapasitas 1x8GB DDR4 dan Storage sebesar 128 GB SSD + 1TB HDD (terabyte bookk..). Bakalan powerfull banget kalo dipake buat main game baik daring maupun luring. Game PS1 sih bakal kayak Game PS4 kalo main make game ini... 

*Oke yang bagian PS1 lebay..hahaha..*


Yang pasti laptop ini kayak Thanos. Tangguh banget. Kita bahkan bisa main 5,5 jam tanpa perlu riweuh nyari colokan. Layaknya Thanos yang bisa upgrade power-nya dengan ngumpulin infinity stones di infinty gauntlet-nya, laptop gaming terbaik ini juga mampu di-upgrade kemampuannya. Di laptop ini terdapat backdoor compartment yang dapat digunakan sebagai kompartemen khusus untuk melakukan upgrade hardware seperti memory dan/atau HDD. Kalian tinggal nyari hardware tambahannya lalu tinggal pasang di backdoor compartment-nya yang gede banget untuk ukuran laptop dengan hanya melepas satu mur saja.


 Tuh. Udah mirip Infinity Gauntlet-nya Thanos kan??


Thanos juga terkenal dengan kejeniusannya. Pun demikian dengan laptop ini. Teknologi SSD PCIe NVME menjamin kawan-kawan nggak akan bete nunggu loading karena memberikan proses baca, tulis, dan transfer media yang 111% lebih cepat dari penyimpanan SSD SATA dan 635% lebih kenceng daripada HDD. Yang lebih gokil lagi, kecepatan transfernya sudah 1560MBps. Ini sih ngalah-ngalahin kecepetan internet rumah huhuhu..
Laptop gaming ini juga se-cool Thanos. Desainnya berkarakter galak namun tetap elegan. Belum lagi ada fitur Cool Boost yang menjaga temperatur laptop agar tetap optimal. 

Desain berkarakter?? Check. Desain Elegan?? Check. Spesifikasi unggul?? Check. Spesifikasi terbaik?? Check. Hail Thanos!






  • Swift 3 Iron Man Editions


Nah, laptop ini juga sangat cocok dipake buat kawan-kawan yang demen banget main game. Ngenalin laptop ini gampang banget dah. Sekali liat, kita tahu kalo ini laptopnya Iron Man. Saya bahas speknya dulu yah. CPU-nya sudah Intel Core i5-8250u. Sistem operasinya sudah Windows 10 Home. Layarnya 14" dan udah 1080 HD IPS. Memory 8GB dengan Storage 256 GB SSD. Berat 1,6 Kg. Tebal 17,95 mm. Dan webcam yang sudah super high dynamic range imaging (SHDR). Dari sini, udah kelihatan belum kira-kira laptopnya kayak gimana? Yup benar. Performanya yang mantep jadi makin gokil ketika beratnya hanya 1,6 Kg dengan tebal hanya 17,95 mm. Mirip kan sama Iron Man yang lincah banget. Kemiripan lainnya antara laptop gaming terbaik ini dengan Iron Man adalah daya tahan kerjanya. Baterai dalam laptop gaming ini mampu bertahan tanpa diisi sampai dengan 10 jam. Mirip bangetlah sama lampu yang ada di bagian dada dari suit-nya Iron Man. 



Hampir sama kayak Iron Man yang didukung sama Jarvis yang kemudian diganti sama Friday, laptop ini juga smart banget. Ini laptop mampu dipakai secara multitasking tanpa khawatir loading. Tau sendiri kan bagaimana kalo laptop dipake video streaming sambil main game luring? Ammppuun lemootnyaa.. Nah, kalo make laptop ini gak perlu khawatir lemot lagi. Grafisnya juga juara secara udah didukung sama Intel Gen 8. 

Oh ya laptop ini juga dilengkapi dengan teknologi touch fingerprint reader untuk memudahkan orang-orang yang males seperti saya ini hehehe. Cukup sentuh scanner-nya, laptop sudah bisa log-in. Cepat namun tetap aman.

Yang menarik juga dari laptop ini adalah adanya dukungan teknologi power-off USB Charging yang artinya laptop bisa jadi POWER BANK bahkan ketika laptop dalam kondisi mati. Gokil. Ini baru laptop berfaedah. Kalo masalah laptop jadi power bank jelas Iron Man kalah teknologi.  Mana ada suit-nya Iron Man yang bisa nge-charge handphone. Top lahh..



  • Aspire 6 Captain America Edition



Laptop ini persis banget Captain America. Kayaknya biasa-biasa aja tapi istimewa. Saya kasih tau spek-nya dulu yah. CPU-nya udah Intel Core i5-8250HQ. Sistem operasinya sudah Windows 10 Home. Layarnya 15,6" dan udah Full HD IPS. Memory 4GB DDR4 dan bisa diupgrade sampai 16GB. Storagenya 1TB (iyaa... terabyte lagi bookk..). 

Simpel tapi tetep powerfull. Kayak Captain America yang kostumnya di-upgrade terus di setiap filmnya (perhatiin deh), laptop ini juga bisa diupgrade hardware-nya. Ada pintu kompartemen yang disediakan untuk memfasilitasi proses upgrading-nya. Mau upgrade HDD, SSD, atau RAM bisa dengan mudah dilakukan tanpa harus membongkar casing laptopnya. Laptop ini juga mengakomodasi kegiatan multitasking bahkan dengan aplikasi yang berat-berat. Contohnya ngerjain desain dengan photoshop, sambil mendengarkan lagu di youtube, sambil sesekali browsing bahan, dan membuka aplikasi pivot atau Vlookup. Seluruh kegiatan ini bisa dilakukan tanpa khawatir loading. 




Karena Captain America merupakan pahlawan zaman old, tentu membutuhkan koneksi yang cepat agar menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Nah laptop ini, juga didukung dengan koneksi yang cepat, kuat dan stabil. Adanya teknologi MIMO dalam laptop ini menjadikan koneksi internet menjadi lima kali lebih cepat dibanding generasi sebelumnya (cucok banget buat gaming atau streaming film) dan kecepatan downloadnya juga tiga kali lebih cepat dibanding generasi sebelumya. Jadi nggak perlu nunggu semalaman juga kalo mau ngunduh mantu eh film.




Filmnya aja udah begitu kerennya. Apalagi laptop Acer edisi Avengers-nya. Makin gokil lagi.

Review awal untuk ketiga laptop gaming ini: 9/10. Jadi yang doyan banget main PUBG atau game-game daring lainnya. Sook atuhh..laptop ini sangat direkomendasikan. Harganya sendiri berkisar 11 juta rupiah sampai dengan 16 juta rupiah. Masih cukup terjangkau lah untuk laptop premium dengan spesifikasi unggul dan terbaik. The best lah #AcerInfinityWar !!!


Eh baidewei, acara launching-nya sendiri dilaksanakan pada tanggal 25 April 2018 lalu.







Nah, karena pas itu saya lagi di luar kota, jadilah saya hanya bisa ngiler karena gak bisa ikutan acaranya. Ehhh denger-denger acaranya meriah banget karena dihadiri oleh Komunitas Marvel Indonesia.

*mbok next time jadwal launching itu nyesuaikan ama jadwal saya*


Selain acara launching, diadakan juga beberapa acara yang masih merupakan rangkaian program "Acer Avengers: Infinity War Series" ini. Acer Indonesia dan Marvel membuka Acer Marvel's Avengers Corner di CGV Cinemas yang terdapat di CGV Cinemas, Grand Indonesia, Jakarta pada tanggal 25 April sampai dengan 13 Mei 2018. Di sini ada zona yang namanya Mixed Reality yang bisa buat kita serasa di dunia virtual. 




Selain itu juga ada beberapa kompetisi, salah satunya adalah #AcerBlogContest. 

Hmmm...jadi kepikiran..


Bagaimana kalo tulisan ini diikutkan #AcerInfinityWar #AcerBlogContest ??


What do you think?? 


Anyone??
-->